Mudik Hanya Mimpi

lonjakan-penumpang-di-terminal-bus-leuwipanjang-bandung_20150105_155836.jpg

Semalam saya bermimpi. Pulang kampung ke Bandung. Mudik setelah satu bulan berpuasa. Berkumpul bersama keluarga besar. Merayakan Idul Fitri. Bersama, kami memakai baju baru. Pun makan opor ayam. Ketika terbangun saya melihat cerpen Ke Solo, Ke Njati… karya Umar Kayam tergeletak di samping bantal. Sebelum tidur saya membacanya. Kini jadi teringat kisahnya.

Terbayang seorang ibu yang berjuang untuk bisa mudik. Menggandeng kedua anaknya yang masih kecil, yang paling besar baru mau masuk Sekolah Dasar. Mereka berhimpit hendak masuk ke bis jurusan Wonogiri. Bawaannya bergenteyongan di pundak dan punggungnya.

Itu perjuangan pada hari Lebaran pertama. Hari itu gagal karena Continue reading

Tersindir Dongeng

persahabatan-kucing-dan-musang2

Sejak kecil, saya mengenal berbagai dongeng. Dari mulai kisah “Kancil dan Buaya” hingga “Cinderella”. Cerita yang tidak benar-benar terjadi itu tanpa sadar merasuk dalam diri.  Membentuk diri saya dengan bantuan imajinasi. Dari dulu, saya mencoba membuat cerita-cerita serupa dalam khayalan sebelum tidur.

Karenanyalah, saya menjadi penggemar dongeng. Apalagi karna saya menyukai anak-anak. Dengan memperkaya diri dengan cerita dongeng, saya lebih mudah bergaul dengan mereka. Ternyata dari mereka pulalah saya memperkaya Continue reading

Perempuan di Kawasan Pendidikan

Dua tahun lalu (2009), saya menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jatinangor. Di tahun itu pula saya memulai tinggal di kosan.

Kosan saya tidak jauh dari gerbang Unpad lama. Masuk gang sempit Hegarmanah. Berdempetan dengan kos-kosan lain. Ventilasinya bisa dikatakan buruk. Udaranya lembab.

Namun, kosan itu terasa betul jauh dari suasana kota. Kosan itu berada dalam rumah. Berpagar, berteras, berpintu rumah, baru pintu kamar. Lantainya terbuat dari ubin. Rumah ibu kos pun bersebelahan dengan kosan ini. Warunglah yang menjadi penghubung antara Continue reading

Bahasa Kalbu

Kembali, seperti hari-hari sebelumnya, aku pulang larut malam. Kutatap jam berdiri di meja, jarum mengarah ke angka 12.

Sangat lelah hari ini. Mataku taksanggup lagi terjaga. Selain karena aktivitas, kelelahanku saat ini efek dari kurang tidur. Hari sebelumnya aku baru terlelap pukul lima pagi. Dan harus bangun seperti biasanya, pukul delapan. Maka, langsung saja berganti pakaian, dan menuju kamar mandi. Setelah itu aku hendak langsung pergi tidur. Untuk keberangkatanku menuju mimpi kali ini, aku memasang satu lagu dari handphone. Bahasa Kalbu – Titi Dj, ku pilih. Continue reading