Berumah Mimpi #6,5 : Siapa yang tahu? Acungkan Tangan!

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya. Bedanya, di tulisan sebelumnya adik-adik asik bermain boneka tangan di taman sementara di tulisan ini mereka asik bernyanyi di dalam musala.

Lagu yang dinyanyikan adalah lagu yang liriknya mereka buat sendiri beberapa hari lalu. Jadi, lagu tersebut dari dan untuk mereka. Caranya, adik-adik dipandu untuk mendeskripsikan ciri khas dari berbagai hewan. Kemudian kakak pengajar membuat irama menggunakan gitar.

Kemarin saat aku datang ke Rumah Mimpi dengan membawa boneka tangan, anak-anak sangat antusias. Tiba-tiba aku diajak mengobrol dengan seorang laki-laki bernama Fahmi yang aku baru temui hari itu. Ia menyampaikan soal proses pembuatan lagu dan secara tidak langsung meminta bantuanku untuk membantu pembuatan video lewat boneka tangan.

Katanya sudah beberapa kali proses perekaman video berlangsung tetapi adik-adik tidak terlihat antusias dengan lagu. Nah, sewaktu melihatku bermain dan bernyanyi menggunakan boneka tangan, kakak tersebut mendapatkan ide.

Keesokan harinya aku kembali ke Taman Cikapundung untuk membantu proses perekaman video.

.Adik-adik menuliskan sendiri lirik lagu secara bergantian di papan tulis. Lagu tersebut tentang hewan-hewan di kebun binatang. Liriknya seperti ini:

Aku pergi ke kebun binatang. Naik kereta bersama keluarga.

Dia memakan pisang. Suka Bergelantungan. Hewan apakah?

Siapa yang tahu hewan apakah itu acungkan tangan?

Kemudian lirik baris kedua diganti dengan ciri-ciri binatang yang lain sedangkan lirik baris pertama dan ketiga tetap sama.

Dia punya belalai. Telinganya besar. Hewan apakah?

Ia hidup di air. Bunyinya wek wek wek. Hewan apakah?

Aku baru menyadari dan tertawa saat menonton kembali video di rumah karena baru menyadari bahwa hewan berbunyi wek wek wek ternyata hidup di air. Saking asiknya, saat bernyanyi aku tidak menyadari hal itu.

Tiba-tiba empat anak datang ke musala. Aku belum pernah bertemu mereka sebelumnya. Kata Widi mereka juga adik-adik didik Rumah Mimpi tetapi sudah lama tidak datang. Hari itu Widi bertemu mereka di alun-alun dan mengajak mereka bergabung dengan kami.

Tidak cukup mudah mengajak mereka untuk ikut bernyanyi bersama Nisa, April, Ayu, dan Bagas. Wajah sinis Nisa langsung muncul ketika mereka datang. Ia bilang padaku untuk tidak mengajak keempat anak itu berbicara. Tentu saja tidak kuturuti.

Keempat anak itu langsung duduk di pojok musala, membuat jarak dengan adik-adik yang sudah datang terlebih dahulu. Mereka pun terlihat tidak nyaman di sana dengan sikap sinis Nisa dkk. Aku berusaha menengahi. Aku mendekati mereka dengan menggunakan boneka tangan. Mereka senang sekali dan lama kelamaan mau bergabung di tengah.

Selain Nisa, yang lain tampak biasa saja tetapi lama kelamaan Bagas juga tidak suka dengan kehadiran keempat anak itu. Sementara April dan Ayu nampaknya tidak berpihak tetapi energi Nisa sangat mempengaruhi mereka untuk nurut padanya. Keempat anak itu bernama Dila, Chiko, Melinda, dan Lina.

Beberapa menit mereka bernyanyi bersama tetapi lama-kelamaan ‘grup Nisa’ terdiam dan tidak mau bernyanyi. Nisa sempat protes karena aku memberikan boneka tangan yang padahal aku bagi dua untuk kedua kelompok itu.

Nisa sempat merebut lalu spontan aku bilang “ini punya teteh, siapa aja boleh pinjam”. Aku langsung sadar telah salah bicara. Seperti yang aku duga Nisa meresp0n, “oh punya teteh. Nih nih nih dibalikin”. Kemudian Nisa merampas boneka tangan yang dipegang April, Ayu, dan Bagas dan melemparnya ke depanku.

Aku tidak menggubrisnya. Aku malah memberikan boneka tangan itu pada Melinda dan teman-temannya. Kemudian Nisa mengajak ketiga temannya untuk keluar dari musala. Aku hanya bertanya, “mau ke mana?” dan membiarkannya keluar tanpa bujukan sedikitpun.

Kami lanjut bernyanyi dan Dila dkk. protes untuk menambahkan lirik lainnya sebab mereka merasa bosan telah mengulang-ngulang lirik-lirik sebelumnya. Kak Fahmi lalu bertanya ciri-ciri kelinci pada mereka dan jadilah lirik untuk baris kedua seperti ini: Dia memakan wortel. Suka melompat-lompat. Hewan apakah?

Lalu kak Fahmi meminta yang berkenan untuk menuliskan lirik itu di papan tulis. Lina sudah sangat bersemangat menulisnya tetapi tiba-tiba Dila merebut spidol dan menuliskan lirik itu. Aku meminta Dila untuk berhenti menulis dan berkata untuk menulis bergantian. Anak perempuan yang paling kecil yaitu Melinda mengajukan diri tapi Dila langsung mengoloknya bahwa Melinda tidak bisa menulis.

Aku mengatakan pada Dila bahwa inilah proses belajar. Melinda pun tetap gembira memegang spidol untuk mulai menulis. Aku dan Safira, salah satu pengajar berjilbab ungu muda saat itu, membimbing Melinda menulis huruf demi huruf hingga membentuk kata-kata. Kemudian kami menyanyikan lirik tersebut bersama-sama.

 Kami bernyanyi bersama dan mereka mengacungkan boneka-boneka tangan yang sesuai dengan lirik yang sedang dinyanyikan. Namun tidak dengan Melinda, ia tetap di depan papan tulis dan menulis huruf-huruf lainnya dengan mencontoh berbagai tulisan sebelumnya.

img_0264

 Setelah itu kami istirahat sebentar dan berbincang. Melinda masih asik sendiri belajar menulis di papan tulis, sementara yang lain mencurahkan isi hatinya padaku. Lina dan Dila mengatakan bahwa Nisa sudah memfitnah mereka. Katanya, Nisa bilang bahwa Dila suka minum-minuman keras dan hal itu disebarkan ke teman-teman dan juga dilaporkan ke guru hingga membuat sang guru memarahi Dila. Lina dibilang anak gembel yang tidak punya rumah, mobil, dan motor.

Aku hanya menanggapi bahwa jika kita tidak seperti yang orang lain katakan maka bersikaplah biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.

Aku melihat dari kedua grup ini ada yang sangat dominan yaitu Nisa dan Dila. Kedua orang ini bisa memerintah masing-masing teman mereka sesuka hati. Nisa membuat teman-temannya membenci kelompok Dila sedangkan Dila berkali-kali aku lihat merebut boneka dari teman bermainnya. Walaupun temannya menolak, akhirnya mereka menuruti kemauan Dila.

 Kami lanjut bernyanyi dan dari banyaknya foto-foto di sini menunjukkan betapa senangnya mereka bermain boneka tangan.

 Nah tepat kedua foto di atas tampak tidak berbeda. Namun jika diperhatikan di bagian tengah, ada Dila yang lagi-lagi merebut boneka dari Lina dan akhirnya dengan keras Lina menarik dan mendapatkannya. Alasannya, karena Dila ingin mengacungkan boneka kelinci sesuai dengan lirik yang dinyanyikan. Begitu juga dengan binatang-binatang lainnya, berkali Dila merebut boneka dan mengacungkannya untuk menjawab.

Tiba-tiba Nisa dan teman-temannya masuk ke dalam musala. Duduk berjarak di depan kami. Aku mengajaknya, “ayo ke sini”. Lalu aku tidak menghampiri mereka dan tetap bernyanyi dengan ke Chiko dan yang lain.

 Chiko tampak tidak responsif saat menyanyikan lagu “Tebak Hewan” tetapi saat aku bernyanyi “If You’re Happy and You Know It”, ia mau ikut bernyanyi dan menggerakkan tubuh seperti yang aku contohkan.

Waktu bernyanyi kami hentikan saat azan berkumandang. Aku mengajak adik-adik ini untuk ikut solat berjamaah bersama kakak-kakak yang lain. Nisa langsung mengajak April untuk solat sementara kelompok Dila tidak beranjak dari keseruannya memulai mengecat ember putih untuk dijadikan tong sampah.

Setelah solat, Nisa dan April langsung lari ke luar musala dan menggeletakkan begitu saja mukena yang mereka pakai. Aku sudah meminta mereka melipat tetapi Nisa malah menjawab, “bodo amat”. Aku tahu bahwa itu bentuk cari perhatian darinya maka aku tidak balik menanggapi. Aku bersama Melinda melipat mukena yang sudah kami pakai masing-masing.

Dari kegiatan hari ini aku melihat ada persoalan mendasar yang sebaiknya diatasi terlebih dahulu disamping kepentingan untuk mengajarkan mereka pelajaran di sekolah seperti matematika. Persoalan mendasar itu yaitu membantu mengatasi hal negatif dari cara mereka memandang diri dan bersikap kepada orang lain. Ada nilai-nilai kebaikan yang aku rasa tidak mereka dapatkan di rumah atau mungkin disebabkan dari besarnya pengaruh dari kerasnya hidup di jalanan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s