Berumah Mimpi #5: Keceriaan Bersama Boneka Tangan

Kemarin sore (Selasa, 30/11/2016) aku pergi ke Bandung Electronic Center (BEC) untuk memperbaiki printer. Saat sedang menunggu perbaikan, aku berjalan-jalan untuk mencari casing hp pesanan mama. Tiba-tiba ada dua orang yang mencegat dan menawarkan susu segar bermerek Klinik 21. Kata penjual, itu merupakan produk UKM sebagai tugas mata kuliah. Aku membeli satu botol sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.

Setelah dari BEC, aku menyempatkan diri ke Taman Cikapundung untuk bertemu adik-adik Rumah Mimpi. Ketika berjalan dari parkiran menuju bangku merah, aku melihat Nisa dan April sedang bersepeda. Lantas aku memanggil dan melambaikan tangan. Mereka menghampiri. Aku lalu mengeluarkan susu yang telah kubeli untuk kami minum bersama.

Di sisi bangku yang lain, aku lihat Bagas sedang bersama kakak-kakak yang sudah datang lebih dulu. Aku minta Nisa dan April untuk berbagi susu. Berkali Bagas menolak tetapi berkali juga Nisa menyodorkan. Akhirnya satu botol susu itu mereka minum bertiga.

Setelah susu habis, Nisa dan April kembali mengayun sepeda dan menjauh. Aku memanggil Bagas untuk mengajaknya duduk di bangku yang aku tempati tetapi ia menolak. Lalu aku membuka tas dan mengeluarkan boneka tangan dan kembali memanggil Bagas. Dengan segera ia menghampiri.

Kami berbincang banyak hal dengan menggunakan boneka tangan. Ia tampak riang. Bagas lalu izin pergi untuk memanggil Mansur. Saat Bagas pergi, Nisa kembali. Ia langsung memakai boneka tangan berbentuk kodok dan aku mengeluarkan peta dunia kemudian menghamparkannya di atas meja.

Aku langsung bertanya pada Nisa, “Ayo… Nisa sekarang lagi ada di mana?”

“Di Bandung”, jawabnya spontan.

Aku memintanya untuk menunjuk lokasi Bandung di peta. Nisa coba mencari beberapa saat tetapi tidak menemukan kota kembang tersebut. Aku lantas mengatakan, “coba cari Indonesia”. Nisa coba mencari tetapi tidak dapat menemukan peta Indonesia. Aku lalu memberitahukannya sambil mengenalkan dan menunjuk lima pulau besar di Indonesia.

Sekitar 5 menit kemudian Bagas datang bersama Mansur. Mereka langsung memilih boneka monyet dan anjing untuk dimainkan. Tak berapa lama juga April datang dan memakai boneka kelinci dan bermain boneka bersama Nisa. Sementara April dan Nisa sibuk bermain boneka sendiri, Bagas dan Mansur sibuk memperhatikan peta.

Saat Bagas dan Mansur sedang membaca nama-nama negara yang ada di sana, aku bertanya “Mekkah di mana ya?”. Mereka langsung mencari. Jari dan mata mereka berputar-putar. Mereka hampir menyerah jadi aku memberikan kata kunci “terletak di Saudi Arabia” dan memberitahukan negara-negara yang dekat dengan negara tersebut. Beberapa menit kemudian mereka menemukan Saudi Arabia dan terus mencari Mekkah.

“Ketemu!”, teriak Bagas

“Hore, sudah naik haji dong”, candaku.

Kemudian kami beralih ke Indonesia dan bermain tebak-tebakan lokasi kota-kota di Indonesia. Akhirnya mereka mengetahui beberapa kota besar di Nusantara padahal sebelumnya letak Indonesia di peta saja mereka tidak tahu.

Nisa dan April tidak ikut bermain peta. Mereka asik bermain boneka tangan dan lalu tiba-tiba pamit pergi mengayuh sepeda sambil membawa boneka tangan.

Mansur tampak gembira sekali memainkan boneka tangan berbentuk monyet. Beberapa kali mencoba memulai percakapan dengan boneka tangan anjing yang dipegang Bagas. Aku memberi tahu mereka bahwa boneka-boneka tangan itu memiliki nama. Monyet bernama Momo dan Anjing bernama Mowgli.

“Ini Kero ya, teh?”, tanya Nisa dari sebarang bangku merah

“Ini siapa, teh?”, April bertanya sambil mengangkat tinggi boneka tangan kelinci.

“Namanya Ruby”, jawabku senang.

Aku kemudian mengajak mereka berempat duduk bersama untuk aku kenalkan pada lagu If You are Happy and You Know It. Aku sengaja memilih lagu berbahasa Inggris karena aku masih ingin mewujudkan salah satu mimpiku yaitu mereka dapat aktif berbahasa Inggris. Alasanku sudah aku tuliskan pada tulisan sebelumnya.

Aku senang sekali karena mereka sangat antusias dengan lagu itu. Lirik lagu tersebut seperti ini: If you are happy and you know it clap your hands… If you are happy and you know it stomp you are feet… If you are happy and you know it say ok!… If you are happy and you know it do all three…

Saat aku berkata “clap”, mereka mempraktekan boneka tangan bertepuk tangan. Ketika aku berkata “stomp” dan “ok”, mereka juga menggerakkan boneka tangan sesuai dengan yang telah aku ajarkan. Jadi, inilah cara untuk mengenalkan kata demi kata bahasa Inggris kepada mereka.

Setelah bernyanyi, mereka bermain boneka bersama. Saat mereka terlihat asik bermain, aku menuliskan lirik lagu tadi pada papan tulis. Begitu selesai aku mengajak mereka bernyanyi sambil melihat kata-kata di papan tulis. Kelihatannya mereka memperhatikan tetapi tidak seriang bernyanyi sebelumnya. Dari situ aku yakin bahwa metode yang tepat yaitu membiarkan mereka terus mendengar dan bernyanyi tanpa perlu mengetahui bentuk tulisannya dahulu. Mungkin dengan tulisan, proses belajar terasa membosankan.

img_0137

video kegiatan ini bisa dilihat di instagram @bonekatangan

Bandung, 30 November 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s