Making a Story Interactive by Jeeva Raghunanth

Di kelas ini Jeeva mengajarkan langkah-langkah untuk membuat cerita interaktif. Beliau mengatakan bahwa ketika kita menuturkan cerita kepada anak-anak di ruang kelas atau di rumah, kita harus mendapatkan perhatian mereka karena tingkat perhatian mereka pendek, misalnya saat kita baru mengatakan “once upon a time” tiba-tiba mereka memotong cerita karena mau ke toilet. Maka, sangat penting membangun interaksi dengan anak-anak agar mereka tertarik karena terlibat dalam cerita. Sebab, melalui interaksilah perhatian dapat diraih.

Jeeva mempraktikan hal tersebut dengan langsung mengajak kami untuk turut menyanyikan lagu berlirik berikut ini:

five little monkeys/ swinging on the trees/ teasing Mr. Crocodile/ “catch catch me!”/ (haaap… snap!)/ O o… / The monkey’s gone//

Kami mengulang-ngulang lagu tersebut dari monyet berjumlah lima hingga habis dengan suara dan vokalisasi yang berbeda sambil terus menggunakan gerak tubuh kami. Lewat lagu tersebut ia menyontohkan pada kami cara menarik anak berinteraksi dengan cerita lewat improvisasi suara dan vokal. Kedua hal itu sangat penting untuk mendapatkan perhatian anak dan mungkin terjadi jika kita melibatkan perasaan. Baginya, cerita bukan berasal dari kepala tetapi dari hati oleh karena itu penting sekali menyertakan emosi atau perasaaan. Jeeva mengatakan bahwa interaksi adalah tentang hal yang kita beri dan kita dapatkan. Dengan begitu kita telah mengoneksikan anak-anak dengan cerita.

Kemudian Jeeva meminta kami untuk berdiri dan turut bernyanyi “Let’s go hunting!

going on the lion hunt/ to catch a big lion/ what do I see?/ a long fence/ can’t go on the rid/ can’t go around it/ let’s jump over it//

going on the lion hunt/ to catch a big lion/ what do I see?/ a tall three/ can’t go on the rid/ can’t go over it/ let’s walk around it/ srek srak srek srak//

going on the lion hunt/ to catch a big lion/ what do I see?/ a deep deep river/ can’t go on the rid/ can’t go over it/ let’s swim through it/ swish swash swish swash//

going on the lion hunt/ to catch a big lion/ what do I see?/ a long bridge/ can’t go on the rid/ can’t go around it/ let’s walk over it/ drup drap drup drap//

going on the lion hunt/ to catch a big lion/ what do I see?/ dark dark cave/ can’t go on the rid/ can’t go over it/ let’s walk through it/ sshh shh shh//

what do I catch?/ soft soft hair/ what do I see?/ piddy piddy eyes/ what do I catch?/ sharp sharp teeth/ it’s a lion!//

let’s go back/sshh sshh/ drup drap/ swish swash/ srek srak//

hap/ open the door/ click/ I will never ever go on the lion hunt//

 Walau sudah dewasa, kami semua menikmati lagu tersebut. Kami semua kaget saat Jeeva mengatakan “it’s a lion!“. Mungkin semua perserta sudah menebak kalimat tersebut tetapi cara Jeeva menyampaikannya betul-betul mengagetkan. Jeeva ingin memperlihatkan cara membawakan cerita yang menarik dan tidak perlu memedulikan anak-anak mengerti atau tidak setiap kata yang diucapkan. Sebab, itulah salah satu tujuan dari teknik tersebut yaitu mengajarkan berbagai kosa-kata dengan cara yang menyenangkan. Dalam cerita tersebut banyak kata diulang-ulang. Dengan begitu anak-anak akan merekam kata-kata tersebut dan memahaminya.

Gerakan yang dilakukan saat mempraktikan kata tersebut akan memberikan makna pada anak-anak, misalnya saat melantunkan kata “jembatan” sambil tangan membentuk sebuah jembatan, anak-anak bisa membayangkannya. Mereka juga akan berimajinasi dengan suara-suara seperti “srek srek” yang menandakan daun-daun kering yang terinjak. Menurut Jeeva efek-efek suara sangat penting untuk membangun cerita.

Begitulah gambaran kelas yang disajikan oleh Jeeva. Cerita-cerita yang disajikannya sangat sederhana tapi begitu menarik karena dibumbui ritme, jeda cerita, bunyi dan lagu. Ulasanku ini tentu tidak bisa menggambarkan keseruan kelas Jeeva dengan sempurna. Oleh karena itu, aku menyarankan kalian untuk mengikuti kelasnya jika tahun depan diadakan kembali.

(salam dari aku, Ruby, Jeeva Raghunanth, dan teman-teman di kelas ini)

Terimakasih telah mengajarkan cara untuk lebih kreatif dalam berkreasi, Jeeva Raghunanth!

Advertisements

One thought on “Making a Story Interactive by Jeeva Raghunanth

  1. Pingback: Sekilas tentang Kelas di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016 | Risna's Journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s