Berumah Mimpi (Part 1)

Sejak minggu-minggu lalu aku mencari komunitas belajar bagi anak-anak jalanan lewat internet. Aku menemukan yang berlokasi dekat perempatan Buah Batu (dekat rumahku) dan komunitas ini sudah memiliki cabang di beberapa kota. Aku coba menghubungi nomor kontak yang tertera di website lembaga itu tapi hingga saat ini tidak direspon . Oleh karena itu aku mencoba ruang yang lain dan tibalah di Rumah Mimpi (RM).

Sebetulnya sudah sejak beberapa hari lalu aku sangat ingin ke sana. Namun, ada hal-hal yang harus aku kerjakan, di antaranya mengantar mama ke rumah sakit. Keesokan harinya pun batal karena motorku sedang tidak bisa digunakan. Aku lebih suka berkendara menggunakan motor karena rasanya waktu tidak terbuang percuma di jalan. Hingga akhirnya Jumat, 29 Juli 2016, aku paksakan diri untuk berkunjung ke komunitas yang berlokasi di Taman Cikapundung ini menggunakan Gojek.

Sekitar pukul 17.30, sesuai yang dijadwalkan, aku turun dari ojek di antara Jalan Asia Afrika dan Jalan Cikapundung Barat. Keliru. Semestinya Cikapundung Timur. Aku masih asing berjalan kaki di jalan ini padahal sangat sering melintasinya. Akhirnya aku menghubungi Nia, salah satu anggota RM. Nia mengatakan di taman, ada air mancur. Sesungguhnya aku tidak tahu letak taman dan air mancur itu. Aku coba berjalan mengikuti Google Maps dan sampailah aku di taman tersebut.

Ketika tiba di sana, waktu sudah lewat dari jadwal belajar. Aku pikir aku telat. Ternyata, anak-anak belum siap. Saat itu ada dua pengajar yang sudah siap dan rutin mengajar di sana, yaitu Nia dan Kang Widi. Aku berkenalan dan sedikit berbincang dengan mereka.

Mereka menjelaskan bahwa anak-anak sedang mandi setelah membersihkan kolam ikan di taman itu. Aku lihat beberapa anak yang masih sibuk tidak hanya membersihkan kolam tapi mereka juga menangkap ikan yang berukuran kecil untuk mereka bawa pulang. Ada satu anak yang sepertinya tidak ikut membersihkan kolam. Ia sedang asik duduk di bangku merah menyusun abjad bergambar di atas meja merah. Namanya Adin. Di sampingnya berada seorang bapak dan ibu yang berdiri menontonnya. Aku bersalaman dan memperkenalkan diri bahwa ini kali pertama aku datang ke sini.

Tidak berapa lama datang satu anak lain berkaos merah untuk ikut menyusun abjad. Aku menyodori tangan untuk bersalaman dan menyebutkan namaku. Ia diam saja. Lalu datang lagi beberapa anak laki-laki lainnya untuk ikut pula bergabung dengan Adin dan anak berbaju merah. Mereka melihatku memegang handphone dan langsung ingin meminjam untuk membuka Facebook. Aku mengalihkannya. Aku merekam dalam video dan meminta mereka menyebutkan nama mereka masing-masing sembari membantuku mengingat nama mereka. Anak berkaos merah itu minta aku mengulang merekam karena sebelumnya hanya dia yang tidak mau menyebutkan namanya. Setelah itu aku tahu namanya, Abil.

IMG_5633

April tidak mau duduk di bangku

Beberapa menit kemudian datang dua anak cantik yang tampak selesai mandi. Mereka bernama Mala dan April. Mereka siap berhitung. Nia mengajak anak-anak kelas tiga dan memberikan beberapa soal hitungan dalam selembar kertas HVS. Sementara Kang Widi mempersiapkan soal hitungan berbentuk tabel di papan tulis lalu mengajak anak-anak kelas 4 SD menghampirinya. Aku masih memperhatikan sekitar karena aku belum tahu mekanisme belajar di sini.

Tiba-tiba aku melihat Abil tidak bergabung dalam kelompok manapun. Aku lantas bertanya, “Abil, kelas berapa? Gabung ke Kang Widi atuh.

Dengan pelan dia menjawab, “udah ga sekolah.”

Aku kaget karena merasa salah bertanya. Dengan sedikit kikuk aku bertanya sejak kapan ia tidak sekolah. Ia menjawab… Berumah Mimpi (Part 2)

Advertisements

3 thoughts on “Berumah Mimpi (Part 1)

  1. Pingback: Berumah Mimpi (Part 2) | Risna's Journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s