Tersindir Dongeng

persahabatan-kucing-dan-musang2

Sejak kecil, saya mengenal berbagai dongeng. Dari mulai kisah “Kancil dan Buaya” hingga “Cinderella”. Cerita yang tidak benar-benar terjadi itu tanpa sadar merasuk dalam diri.  Membentuk diri saya dengan bantuan imajinasi. Dari dulu, saya mencoba membuat cerita-cerita serupa dalam khayalan sebelum tidur.

Karenanyalah, saya menjadi penggemar dongeng. Apalagi karna saya menyukai anak-anak. Dengan memperkaya diri dengan cerita dongeng, saya lebih mudah bergaul dengan mereka. Ternyata dari mereka pulalah saya memperkaya pengetahuan cerita dongeng. Dari mereka jugalah saya memiliki pandangan moral lain tentang cerita dongeng.

Oleh karena itulah, saya pun gemar membeli buku dongeng. Takhanya dongeng dalam negeri. Dongeng dari luar pun saya coba lahap. Seperti kisah yang baru saya baca, Kisah Rubah dan Kucing. Salah satu dari kumpulan Dongeng-dongeng Grim Bersaudara ini tampak sederhana.

Nah, justru dari kesederhanaannyalah banyak pesan moral terselimuti. Saya akan coba mengulas dongeng yang dibuka oleh kalimat, “Suatu hari…” ini.

Kisah ini di buka oleh seekor kucing yang bertemu dengan seekor rubah di hutan. Si kucing telah mengetahui bahwa rubah di hadapannya adalah rubah pintar, berpengalaman, dan tersohor di dunia. Lalu kucing memberanikan diri menegur rubah, “Selamat siang, Tuan Rubah. Apa kabar?…”

Kesombongan rubah membuat dirinya terdiam dari pertanyaan kucing. Akhirnya, rubah menjawab, “Oh, kau pembersih janggut sialan, kau si belang bodoh….” Rubah terus saja memaki-maki kucing karena telah berani-beraninya menanyakan kabar. Dengan kepongahannya, lagi-lagi rubah berkata, “Apa yang telah kau pelajari? Berapa banyak seni yang kau mengerti?”

Rendah hati, kucing menanggapi, “Aku hanya mengerti satu hal”. Kucing menjelaskan bahwa ia bisa melompat ke atas pohon ketika anjing-anjing mengejar. Itulah satu-satunya upaya menyelamatkan diri.

Namun, Rubah tidak memandang sama-sekali keahlian kucing. Si rubah malah menatap kucing kasihan. Kemudian, rubah ingin mengajarkan cara menghindari anjing. “Aku ahli dalam ratusan ilmu dan telah melakukan banyak tindakan cerdik.”

Saat percakapan mereka berlangsung, datang seorang pemburu bersama empat ekor anjing. Kucing dengan sigap melompat ke atas pohon. Duduk. Tertutup dahan. Tapi, kucing gelisah karena rubah masih di bawah. “Selamatkan dirimu, Tuan Rubah, selamatkan dirimu.” Tidak diceritakan perlawanan rubah. Ketika kucing berteriak, anjing-anjing telah menerkam rubah. Mencengkeramnya dengan sangat erat.

Terbukti, rubah berakhir di anjing pemburu. Ilmu-ilmu yang dimiliki rubah tidak berguna ketika berhadapan dengan anjing. Rubah yang diciptakan menjadi binatang, selayaknya naluri kebinatangannya kuat, seperti kucing. Gerakan cepat menghindari musuh.

Akan tetapi, kecongakkan rubah menghantarkannya pada kematian. Kalau saja si rubah berbesar hati bahwa ada hal yang bisa ia pelajari dari kucing, mungkin ia tidak mati dengan sia-sia. “Jika saja kau bisa memanjat sepertiku, pasti nyawamu telah tertolong.”

Dengan menyimak dongeng ini, saya merasa tersindir. Terkadang saya hanya mendengar suatu hal tergantung dari siapa yang berbicara, bukan apa yang dibicarakannya. Terlebih jika yang berbicara adalah orang yang tidak saya sukai. Saya bisa tidak mendengar sama sekali yang dikatakannya. Padahal saya tahu, yang dikatakannya bernilai.

Tidak hanya itu, Kisah Rubah dan Kucing ini pun mengajarkan banyak hal lain. Terutama soal kesombongan, seperti rubah yang memandang rendah kucing. Padahal keahlian kucing memanjat pohon, semestinya bisa pula dipelajari rubah.

Pintar saja dan mengaku cerdik tidak cukup untuk bertahan hidup. Berbesarhatilah. Menerima, bahwa ada hal-hal yang belum kita miliki. Mau belajar, sekalipun dari orang yang tidak kita senangi.

 Bekasi, 1 Agustus 2011

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s