ANGIN

b3-2016-03-02-novel-pearl-s-buck-angin-timur-angin-barat

Pernahkan Anda membaca novel seperti surat? Bila pertanyaan ini diberikan untuk saya, saya akan menjawabnya pernah. Novel karya Pearl S. Buck yang berjudul East Wind West Wind inilah yang saya maksud. Awal kalimatnya saja sudah sangat jelas “Inilah yang bisa kukatakan kepadamu, Saudariku” (9)

Nah, yang menarik. Saya merasa surat tersebut ditujukan untuk saya. Taktega menyudahi tanpa menyelesaikannya. Menarik atau tidaknya isi cerita, saya merasa wajib untuk mengetahui kelanjutan “curhatan” Kwei Lan hingga tuntas.

Untungnya, cerita ini sangat menarik. Saya jadi lebih tahu adat-istiadat Cina kuno. Takhanya soal adat-istiadatnya saja, saya pun jadi mengetahui pandangan masyarakat Cina kuno terhadap Barat.

Tidak berbeda makna, dalam bahasa Indonesia novel ini berjudul Angin Timur Angin Barat. Ketika pertama kali membaca judul novel ini, pertanyaanpun telah muncul. Kata “Angin” menarik untuk ditemukan maksudnya. Mengapa Angin? Ada apa dengan Barat dan Timur hingga kata Angin muncul dikedua kata tersebut?

Terbersit ingatan saya, Barat dan Timur merupakan dua nama penunjuk arah mata angin. Mungkinkah hanya ini yang dimaksud? Saya rasa lebih dari itu.

Sepengetahuan saya adanya angin hingga bisa membuat daun kelapa melambai-lambai (metafora yang saya pelajari ketika duduk di bangku Sekolah Dasar) berkat perbedaan suhu antara daerah satu dengan yang lainnya. Tanpa perbedaan tekanan, angin takakan ada, dan mungkin saja bila dunia ini takmengenal angin, maka novel ini tidak berjudul Angin Barat Angin Timur.

Saya memutar otak mengingat berbagai konflik yang terjadi dalam cerita. Dari sini saya memaknai kata angin pada judul, yaitu perbedaan antara kebudayaan Timur dan Barat. Tampaknya sangat sederhana. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Perbedaan ini menjadi konflik yang sangat kompleks. Adanya perbedaan ini menjadikan masyarakat Cina kuno sebagai bagian Timur tidak bisa menerima Barat. Namun, adanya perbedaan ini pun dapat menyatukan cinta dua manusia hingga lintas budaya.

Cinta lintas budaya muncul dari kakak Kwei Lan dengan perempuan asing. Sebagai perempuan asal Barat, sikapnya sangat terbuka terhadap timur. Ia rela meninggalkan keluarganya untuk ikut suami dan menjalani adat Cina kuno. Kalau ini memang adat istiadatmu, tentu saja aku akan melakukannya (171).

Sikap terbuka seperti ini saya rasa yang menjadikan bangsa Barat lebih berkembang dari Timur. Misalnya dalam bidang ilmu pengetahuan. Bangsa Timur menilai bahwa Barat penuh dengan dunia sihir. Ini wajar terjadi. Sikap tertutup Timurlah yang menyebabkannya.

Kebudayaan berhubungan dengan perkembangan peradaban suatu kelompok. Kata “beradab” yang sering diungkapkan dalam cerita menjadi bagian kata yang menarik untuk diperhatikan. Karena berulang ibu Kwei Lan menyebutkan bahwa Barat merupakan kebudayaan yang tidak beradab. Seperti penceritaan Kwei Lan, Kau tahu bahwa selama lima ratus tahun leluhurku yang terhormat hidup di kota kuno Kerajaan Tengah atau Cina ini. Tak satu pun dari antara mereka yang berpikiran modern ataupun berkeinginan mengubah dirinya. Mereka semua hidup tenang dan bermartabat, yakin akan kebenaran mereka. (9)

Semula, Kwei Lan meyakini kebenaran peradabannya, yaitu Cina kuno. Namun, setelah ia sudah mulai bisa membuka diri untuk menerima adanya peradaban barat, ia dapat memandang Barat dari sudut pandang lain. Aku tidak tahu bahwa masih ada bangsa-bangsa dari zaman dulu selain bangsa kami, maksudku bangsa beradab. Tapi rupa-rupanya bangsa asing pun memiliki sejarah dan kebudayaan mereka sendiri. Ini berarti bahwa mereka tidak sepenuhnya tak beradab. (…) Akhirnya, dialah sebagai penengah antara “kealergian” keluarganya terhadap Barat dan perempuan asing, kakak iparnya.

Peradaban daerah yang satu dengan yang lain sangat wajar berbeda. Tidak mungkin ada timur kalo tidak ada barat, begitu pun sebaliknya. Ibarat koin, memiliki dua sisi. Berbeda. Tidak mungkin dapat dipisahkan. Tentunya saling berkaitan. Begitulah cerita ini saya analogikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s