Kelinci dan Pelangi

rainbow_rabbits_by_jennyfeare-d5rno61

Senja, setelah hujan. Pelangi melengkung di langit biru. Seorang anak perempuan kelas satu S.D. dengan riang berjalan di bawah pelangi yang elok itu, sambil bernyanyi: Pelangi-pelangi. Alangkah indahmu. Merah kuning hijau. Dilangit yang biru. Pelukismu agung. Siapa gerangan. Pelangi-pelangi. Ciptaan Tuhan.

“Wow. Indah sekali pelanginya. Aku mau ajak Nita main ke taman ah sambil lihat pelangi itu.”

Tidak lama Laras sampai di depan rumah Nita. Dari lubang pagar rumah, Laras melihat sahabatnya itu sedang asik bermain dengan seekor kelinci. Kelinci berwarna putih.

“Inu yang cantik, yang lucu dan yang imut sepertiku, kamu harus tetap sehat ya supaya kita bisa terus bermain bersama. Sekarang kamu makan sayur dan serealmu agar cepat tumbuh besar.” Kata Nita memasukkan kangkung dari sela-sela kandang

Nita terus saja asik bermain dengan Inu, nama kelinci itu. Ia tidak melihat sahabatnya yang dari tadi mengintipnya di lubang pagar.

Krincing…

Suara lonceng tersenggol Laras yang di gantung di pagar rumah Nita. Nita menoleh ke pagar. Laras lantas lari karena kaget Nita melihatnya.

“Loh, Laras kok pergi? Laras!” Teriak Nita sambil mengejar sahabatnya itu.

Di sana. Di halaman rumah Laras. Nita melihat Laras di antara pohon bunga kertas. Laras nampak sibuk memetik bunga.

“Bunga-bunga maafkan aku, telah memetikmu. kalian akan tumbuh lagi, sedangkan Lulu tidak.”

“Terima kasih.” Ucap Laras ke pohon-pohon

Kening Nita mengerut. Penuh tanya muncul dari wajahnya. Ia melihat Laras masuk ke dalam rumah. Keluar dengan menggenggam botol minum.

Laras kembali. Ia berjongkok di bawah pohon jambu air. Laras menaburkan bunga sampai tak tersisa. Kemudian membuka tutup botol minum dan menyiramkannya pada taburan bunga di tanah. Ia tak melihat Nita memerhatikannya sejak tadi. Laras mengusap-usap batu bulat berwarna hitam dekat bunga yang ditaburkannya.

“Oh, rupanya ini makam Lulu.” Suara Nita berbisik.

Nita teringat. Setahun yang lalu Laras memiliki kelinci. Diberi nama Lulu. Kelinci itu hadiah ulang tahun dari orang tua Laras.

“Laras, bolehkah aku meminta bungamu ini?” Nita menunjuk bunga kertas berwarna putih.

Laras mengangguk. Nita memetik satu tangkai bunga kertas. Nita mendekati Laras dan menancapkan bunganya di depan batu bulat itu.

“Saat pulang sekolah dulu, aku menemukan Lulu tidur di kardusnya. Tubuhnya bergaris-garis merah. Matanya terpejam. Aku goyangkan kardus itu, ia diam saja. Mama bilang ia mati.”

“Aku membuatkannya rumah di sini. Dulu aku juga rajin menaburkannya bunga, menyiramnya dengan air dan berdoa untuknya. Tapi entah sudah berapa lama aku tak melakukannya lagi. Maafkan aku ya, Lu, aku sangat menyayangimu, aku masih sangat ingat bulumu yang halus berwarna putih mulus.”

“Lulu pasti senang bila mengetahui kau masih sangat baik mengingat semua tentang dirinya.” hibur Nita sambil menepuk-nepuk bahu Laras

“Tapi aku melupakannya. Ia pasti kesal. Bulu Inu membuatku ingat Lulu.” Laras menangis

“Lulu. Kamu melihat Laras kan ya? Kamu sedih kan kalo Laras sedih?”

“Lulu mana bisa tau. Dia kan udah mati”

“Ih kata siapa? Lulu itu hidup di dalam hatimu. Kalau kamu sedih, Lulu juga sedih. Senyum dong.”

“Ada-ada aja sih” Laras mengusap air matanya.

“Nah gitu dong. Cantiknya sahabatku ini.”

“Hahaha” Mereka tertawa.

“Laras. Lihat! Pelangi.” Intip Nita dari sela-sela pohon jambu.

“Ayo kita lihat pelangi di taman!” Ajak Laras.

Mereka berdiri dan berlari.

“Tunggu dulu.” Kata Laras. “Lulu. Aku menyayangimu.”

“Aku juga.” Sahut Nita.

Tangan mereka bergandengan.

“Dadah Lulu.” Pamit kedua sahabat itu.

Berjalanlah mereka menuju taman sambil bernyanyi: Pelangi-pelangi. Alangkah indahmu. Merah kuning hijau. Dilangit yang biru. Pelukismu agung…

Jatinangor, Oktober 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s